Presiden Korea Selatan Soroti Perkembangan Otomotif China yang Kilat

Jakarta — Presiden Lee Jae‑myung dari Republik Korea menyatakan bahwa China telah berkembang sangat pesat dalam teknologi otomotif, bahkan menyamai dan dalam beberapa sektor telah melampaui Korea Selatan. Pernyataan ini disampaikan Lee dalam sebuah wawancara dengan media China menjelang kunjungan resminya ke Negeri Tirai Bambu yang berlangsung awal Januari 2026.

Menurut Lee, perkembangan teknologi otomotif di China bukan hanya soal jumlah produksi, tetapi juga telah memasuki ranah inovasi tinggi, terutama dalam kendaraan energi baru dan perangkat lunak otomotif. Hal ini menandai pergeseran hubungan kedua negara dari yang sebelumnya vertikal (di mana Korea sebagai pemasok teknologi dan modal, serta China sebagai basis produksi) menjadi lebih setara dan saling bergantung.

Presiden Lee menyoroti bahwa rantai pasok baterai kendaraan listrik kini menjadi area penting persaingan dan kerja sama. Perusahaan‑perusahaan China kini mendominasi di segmen baterai lithium besi fosfat, sementara Korea tetap unggul di baterai lithium ternary yang banyak dipakai di berbagai mobil listrik buatan pabrikan Korea.

Selain itu, China juga melakukan adopsi luas teknologi canggih seperti advanced driver assistance systems (sistem bantuan pengemudi canggih) dan fitur berbasis kecerdasan buatan di hampir semua model kendaraan barunya. Hal ini dipandang Lee sebagai tantangan sekaligus peluang untuk memperkuat kolaborasi kedua negara dalam inovasi otomotif masa depan.

Lee menegaskan bahwa kedua negara perlu meningkatkan kerja sama di bidang teknologi tinggi, termasuk kecerdasan buatan (AI), mesin pintar, dan perangkat lunak otomotif, ketimbang terjebak dalam persaingan yang sempit. Menurutnya, kemajuan China pada sektor otomotif bisa menjadi peluang bagi Korea untuk memperluas sinergi dan memperkuat posisi global dalam industri otomotif dan teknologi.

Intinya:

  • China kini bukan hanya pesaing, tetapi telah setara bahkan di beberapa sektor lebih maju dalam teknologi otomotif dibanding Korea Selatan.
  • Hubungan industri otomotif Korea‑China kini bergerak ke arah kerja sama yang lebih setara.
  • Fokus masa depan adalah pada teknologi canggih seperti AI, perangkat lunak kendaraan, dan baterai EV.

Leave a Comment